CERPEN Deliya Amanda
Nama: Deliya Amanda
Kelas: XII IPA 1
Mapel: Bahasa Indonesia (CERPEN)
BELAJAR DI SAAT PANDEMI
Hari itu matahari bersinar sangat indah awan yang cerah serta cuaca yang indah di pagi hari, tapi keadaan itu seketika berubah setelah mendengar berita yang sangat menghebohkan pada waktu itu yaitu dengan munculnya virus dari China yaitu virus Corona. Virus itu berawal dari dua orang yang terinfeksi dan semakin menyebar keseluruh dunia. setelah kejadian itu banyak kegiatan yang di tutup atau lockdown banyak para pekerja yang kehilangan kerjaannya akibat virus ini dan yang lebih parahnya lagi sekolah ditutup sudah setahun lebih para pelajar pun sudah melakukan belajar di rumah atau daring selama pandemi
Ada 2 bersaudara yang sedang duduk bersama di ruang tamu. Deliya berkata "di kondisi seperti ini banyak para pekerja yang kehilangan pekerjaannya ya.." Rizal menjawab "iya,mereka harus rela kehilangan mata pencahariannya" Deliya bertanya kepada Rizal"bagaimana apakah enak belajar daring seperti ini dek?" Rizal menjawab "iya bagaimana lagi pemerintah sudah memberikan himbauan kepada kepala sekolah agar meliburkan aktivitas belajar mengajar secara total" Rizal mengeluh "sebenarnya aku sangat pusing jika terus terusan belajar di rumah seperti ini" "tidak usah dibawa pusing kamu harus belajar penuh semangat" saran Deliya
Setelah selesai sarapan Rizal masuk ke kamarnya dan mengerjakan tugas daringnya. Rizal membatin di dalam hatinya "pengen banget sekolah tatap muka, pengen ketemu sama teman-teman". setelah mengerjakan tugasnya, petugas yang biasanya datang kerumah Deliya itu pun datang untuk melakukan pemeriksaan seperti biasanya, petugas pun berkata "Alhamdulillah semua negatif", Deliya bertanya "kak apakah sulit melakukan pemeriksaan seperti ini?" "sudah jutaan lebih yang terkena virus Corona tetapi itu semua berawal dari kita sendiri bagaimana kita menjaga kesehatan tubuh kita dan harus tetap menaati protokol kesehatan ya " "oh seperti itu ya kak, baik terima kasih" petugas pun pulang
Deliya dan keluarganya duduk-duduk bersama di ruang tamu, orang tua Deliya berkata "kita harus tetap menjaga dan menaati protokol kesehatan ya di rumah maupun di luar rumah" Rizal menjawab "iya buk pak, semenjak pandemi kita lebih banyak bersama ya biasanya kita jarang berkumpul walaupun satu rumah" Deliya menjawab "kita tidak tau kapan pandemi ini berakhir tapi kita harus tetap sabar dan bersyukur atas kejadian ini semoga kita semua terhindar dari virus ini tetap bersama di saat susah maupun senang" kita pun tertawa, berpelukan dan melanjutkan kegiatan masing masing
Sangat bagus jadi terinspirasi 😍
BalasHapusbagus dan cukup menjadi motivasi
BalasHapusBagus dan mengesankan
BalasHapusCeritanya bagus banget
BalasHapusCerpennya sangat menarik dan mengajak kita agar selalu bersabar dan bersyukur
BalasHapusKembangkan terus potensi menulismu, perbanyak literasi bacaan. Ciptakan karya_ karya baru jangan berhenti di sini
BalasHapus